{"id":3885,"date":"2014-12-03T19:21:01","date_gmt":"2014-12-03T12:21:01","guid":{"rendered":"http:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/?p=3885"},"modified":"2014-12-03T19:21:01","modified_gmt":"2014-12-03T12:21:01","slug":"mendikbud-batalkan-penerapan-k-13-untuk-semua-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/?p=3885","title":{"rendered":"Mendikbud Batalkan Penerapan K-13 untuk Semua Sekolah"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Rasyid Baswedan menggelar pertemuan dengan tim evaluasi Kurikulum 2013 (K-13), Rabu (3\/12) pagi. Pertemuan itu menyimpulkan K-13 tidak akan diterapkan di semua sekolah sebagaimana rencana awal, melainkan dibatasi kepada sekolah-sekolah yang sudah siap saja.<\/p>\n<p>Mendikbud akan menyaring kesiapan sekolah berdasarkan sejumlah kriteria. Untuk sekolah-sekolah yang belum siap, mendikbud mengizinkan kembali kepada Kurikulum 2006.<\/p>\n<p>&#8220;Menteri minta supaya kita mengembangkan bagaimana kriteria siap untuk sekolah-sekolah yang akan melaksanakan Kurikulum 2013 karena opsinya melanjutkan tapi selektif, sambil membenahi,&#8221; kata Ketua Tim Evaluasi K-13 Prof Suyanto di Jakarta, Rabu.<\/p>\n<p>Menurut Suyanto, Mendikbud Anies akan membuat sekolah-sekolah prototipe atau sekolah model untuk K-13. Sekolah prototipe terdiri atas sekolah-sekolah yang melaksanakan K-13 pada tahap pertama (tahun 2013), yaitu sebanyak 6.326 sekolah, ditambah dengan sebagian sekolah pelaksana K-13 di tahap kedua (tahun 2014) yang dinilai sudah siap.<\/p>\n<p>Suyanto mengatakan keputusan mendikbud sebenarnya sama dengan implementasi K-13 pada tahap pertama tahun 2013. Ketika itu, K-13 hanya diterapkan secara terbatas kepada &#8220;sekolah inti&#8221;.<\/p>\n<p>&#8220;Kemauan Pak Menteri membuat prototipe sekolah-sekolah, bukan hanya mengirimkan konsep kurikulum tapi aplikasi kurikulum ke sekolah-sekolah yang baru menerapkan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Suyanto menambahkan opsi &#8220;selected school&#8221; merupakan opsi paling moderat di antara dua opsi lainnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, tim evaluasi K-13 mengajukan tiga opsi terkait kelanjutan K-13, yaitu, pertama, K-13 akan dihentikan sama sekali. Kedua, K-13 diterapkan di sekolah-sekolah terpilih yang sudah sangat siap dari berbagai aspek. Ketiga, K-13 dijalankan seperti saat ini tapi dilakukan pembenahan sehingga hasilnya lebih baik.<\/p>\n<p>&#8220;Itu opsi paling moderat di antara tiga opsi. Ada pro dan kontra dalam K-13 maka diwadahi dalam pilihan itu. Jangan sampai pro kontra tajam sekali,&#8221; ujar Suyanto.<\/p>\n<p>Menurutnya, sekolah-sekolah prototipe nantinya akan mempermudah sekolah-sekolah lain untuk melaksanakan K-13. Sebab, pada akhirnya, semua sekolah harus melaksanakan K-13.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi dibuat prototipe lalu dikloning. Bupati-bupati nanti diminta mengkloning untuk ambil model dari sekolah-sekolah yang sudah baik itu,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Mendikbud Anies Baswedan, saat ditemui seusai pertemuan dengan tim evaluasi hari Rabu pagi, enggan membeberkan hasil pertemuan. Dia mengatakan semua informasi akan diberikan lengkap pada Rabu sore.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sudah putuskan nanti dibikin detailnya. Lebih baik ngomong-nya sudah lengkap termasuk konsekuensi-konsekuensinya,&#8221; kata Anies yang terburu-buru karena akan mengikuti sidang kabinet.<\/p>\n<p>Di pihak lain, anggota tim evaluasi K-13, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Hamid Hasan mengatakan keputusan mendikbud adalah melanjutkan K-13 namun secara terbatas dengan menunjuk sekolah-sekolah prototipe. Menurutnya, tim evaluasi masih menyiapkan kriteria sekolah-sekolah yang dianggap siap untuk melaksanakan K-13.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi mirip model Cianjur saat pelaksanaan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Jadi diterapkan di sekolah-sekolah tahun pertama yang menjadi sekolah inti dan ada juga sekolah-sekolah yang melaksanakan di tahun kedua, lalu disebarkan ke yang lain,&#8221; ujar Hamid.<\/p>\n<p>Hamid belum bisa memastikan jumlah sekolah yang dinilai siap. Namun, salah satu kriterianya adalah akreditasi sekolah.<\/p>\n<p> Suara Pembaruan<\/p>\n<p>Penulis: C-5\/YS<\/p>\n<p>Sumber:Suara Pembaruan [http:\/\/www.beritasatu.com\/pendidikan\/230099-mendikbud-batalkan-penerapan-k13-untuk-semua-sekolah.html]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Rasyid Baswedan menggelar pertemuan dengan tim evaluasi Kurikulum 2013 (K-13), Rabu (3\/12) pagi. Pertemuan itu menyimpulkan K-13 tidak akan diterapkan di semua sekolah sebagaimana rencana awal, melainkan dibatasi kepada sekolah-sekolah yang sudah siap saja. Mendikbud akan menyaring kesiapan sekolah berdasarkan sejumlah kriteria. Untuk sekolah-sekolah yang belum siap, mendikbud mengizinkan kembali kepada Kurikulum 2006. &#8220;Menteri minta supaya kita mengembangkan bagaimana kriteria siap untuk sekolah-sekolah yang akan melaksanakan Kurikulum 2013 karena opsinya melanjutkan tapi selektif, sambil membenahi,&#8221; kata Ketua Tim Evaluasi K-13 Prof Suyanto di Jakarta, Rabu. Menurut Suyanto, Mendikbud Anies akan membuat sekolah-sekolah prototipe [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":3886,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,5],"tags":[],"class_list":["post-3885","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-beritaumum","category-slider"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3885"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3885\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3887,"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3885\/revisions\/3887"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3886"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}