{"id":4713,"date":"2016-08-05T12:39:44","date_gmt":"2016-08-05T05:39:44","guid":{"rendered":"http:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/?p=4713"},"modified":"2016-08-08T07:40:31","modified_gmt":"2016-08-08T00:40:31","slug":"4713","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/?p=4713","title":{"rendered":"Waspada! Juli-September Terjadi La Nina di Barito Selatan"},"content":{"rendered":"<div id=\"content_news\" itemprop=\"articleBody\">\n\t\t\t\t\tBuntok &nbsp;(Antara Kalteng) &#8211; Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bandara Sanggu Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah menyatakan pada bulan Juli hingga September akan terjadi La Nina.<\/p>\n<p>     &#8220;Peluang terjadi La Nina pada Juli hingga September diperkirakan masih rendah sekitar 57 persen,&#8221; kata Prakirawan Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bandara Sanggu Buntok, Sudarmono pada rapat Karhutla, di Buntok, Kamis.<\/p>\n<p>La Nina adalah fenomena turunnya suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik yang lebih rendah dari wilayah sekitarnya. La Nina mengakibatkan musim hujan di atas kawasan Indonesia dengan rata-rata intensitas curah hujan yang lebih tinggi dari tahun-tahun biasanya.<\/p>\n<p>     Menurut dia, pihaknya ada tiga prediksi, La Nina akan terjadi pada Juli, Agustus, dan  September, kemudian untuk rata-ratanya diperkirakan terjadi pada bulan Oktober hingga Desember 2016.<\/p>\n<p>     &#8220;Jadi dalam dunia permodelan `forcasting` dari lembaga dunia ada beberapa prediksi, kalau BMKG mengambil beberapa permodelan tapi yang paling kuat terjadi La Nina pada bulan Juli, Agustus dan September,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>     Ia menjelaskan, pada anomali ini, suhunya dingin dan suhu bergerak dari suhu tinggi ke suhu rendah sehingga masa yang membawa akan uap air ke wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>     &#8220;Karena suhu laut di Indonesia hangat, maka akan membawa awan yang berpotensi hujan dan anomali suhu hangat berkisar 0,75 persen,&#8221; tambah dia.<\/p>\n<p>     Kemudian lanjut dia, angin akan bertiup dari tenggara melewati Samudra Indonesia melalui laut Arafura dan angin melalui timuran akan berpeluang membentuk awan konfektif atau awan hujan.<\/p>\n<p>     &#8220;Untuk indeks kekeringan diwilayah Barsel masih normal dan curah hujan diperkirakan 100 hingga 150 milimeter dan curah hujan tersebut masuk kategori normal dan lebih dari biasanya,&#8221; tambah dia.<\/p>\n<p>     Sedangkan pada bulan Oktober hingga Desember 2016, lanjut Sudarmono, curah hujan di Barsel diprediksi akan meningkat yakni antara 150 hingga 300 mm.&nbsp;<\/p>\n<p class=\"mt10\">Editor: <span itemprop=\"editor\">Zaenal Abidin<\/span><\/p>\n<p class=\"date\">COPYRIGHT \u00a9 <span itemprop=\"copyrightHolder\">ANTARA<\/span> <span itemprop=\"copyrightYear\">2016<\/span><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p>(http:\/\/www.antarakalteng.com\/berita\/255789\/waspada-juli-september-terjadi-la-nina-di-barito-selatan?utm_source=related_news&#038;utm_medium=related&#038;utm_campaign=news)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buntok &nbsp;(Antara Kalteng) &#8211; Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bandara Sanggu Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah menyatakan pada bulan Juli hingga September akan terjadi La Nina. &#8220;Peluang terjadi La Nina pada Juli hingga September diperkirakan masih rendah sekitar 57 persen,&#8221; kata Prakirawan Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bandara Sanggu Buntok, Sudarmono pada rapat Karhutla, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":4715,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,5],"tags":[],"class_list":["post-4713","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-beritadaerah","category-slider"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4713","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4713"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4713\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4716,"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4713\/revisions\/4716"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4713"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4713"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/setda.baritoselatankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4713"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}